Kenapa Gol Menit Akhir PSM dan Persita Berdampak Berbeda pada Klasemen
PSM Makassar dan Persita Tangerang sama-sama mencetak gol penentu di menit akhir pada dua laga awal, tetapi hasilnya berbeda: PSM hanya menyelamatkan satu poin dari Arema, sementara Persita mengunci kemenangan atas Java United. Perbedaan ini menjelaskan mengapa Persita masuk pekan ketiga dengan empat poin dan peringkat keenam, sedangkan PSM masih mencari kemenangan pertama.
Apa yang terjadi
PSM Makassar menjamu Persita Tangerang pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sabtu (19/9/2026) sore WIB, disiarkan langsung Indosiar dan Vidio.com. PSM memasuki laga ini tanpa kemenangan: takluk 1-3 dari Persib Bandung dan ditahan imbang Arema FC 3-3. Pada laga melawan Arema, PSM menyelamatkan satu poin lewat gol Luca Cumic pada menit 90+6. Persita Tangerang datang dengan modal berbeda: empat poin dari dua pertandingan dan berada di peringkat keenam klasemen sementara. Kemenangan 3-2 atas Java United di Stadion Internasional Banten, Serang, ditentukan gol Rayco Rodriguez pada menit ke-89 dan Aleksa Andrejic pada menit 90+6. Catatan lain, kiper PSM Hilmansyah kebobolan enam gol dalam dua laga beruntun.
Sudut pandang
Pelatih:
Bagi pelatih PSM, masalahnya bukan sekadar kebobolan, melainkan kapan gol itu terjadi. Enam gol dalam dua laga menunjukkan lini belakang rentan sepanjang pertandingan, dan gol Luca Cumic di menit 90+6 hanya menyelamatkan satu poin, bukan kemenangan. Artinya, strategi bertahan hingga akhir belum cukup; pelatih perlu memperbaiki organisasi pertahanan agar tidak terus-menerus bergantung pada gol penyelamat. Di sisi lain, pelatih Persita punya bukti bahwa timnya mampu mencetak gol di menit-menit krusial, dengan Rayco Rodriguez dan Aleksa Andrejic memastikan kemenangan atas Java United. Modal empat poin dan peringkat keenam memberi ruang untuk tampil lebih tenang, tetapi menghadapi tuan rumah yang mencari kemenangan pertama tetap menuntut kewaspadaan.Pemain:
Luca Cumic membuktikan ketajamannya di momen krusial dengan gol pada menit 90+6 ke gawang Arema, tetapi gol itu hanya menghasilkan satu poin karena PSM sudah tertinggal lebih dulu. Sebaliknya, Rayco Rodriguez dan Aleksa Andrejic mencetak gol pada menit ke-89 dan 90+6 untuk memastikan Persita menang 3-2 atas Java United. Perbedaan ini menunjukkan bahwa gol menit akhir bernilai berbeda tergantung posisi skor: bagi PSM itu penyelamat, bagi Persita itu penentu kemenangan. Kiper PSM, Hilmansyah, yang kebobolan enam gol dalam dua laga, berada di bawah tekanan untuk tampil lebih solid, sementara para penyerang Persita datang dengan kepercayaan diri setelah menjadi penentu hasil.Suporter:
Suporter PSM melihat timnya belum meraih kemenangan dan kebobolan enam gol dalam dua laga, sehingga laga kandang melawan Persita menjadi kesempatan untuk bangkit. Namun, mereka juga menyaksikan bahwa satu-satunya poin PSM datang dari gol menit 90+6, yang menunjukkan tim belum mampu mengendalikan pertandingan. Suporter Persita menyaksikan timnya mengoleksi empat poin dan berada di peringkat keenam, dengan dua gol menit akhir yang menentukan kemenangan atas Java United. Bagi mereka, laga melawan PSM adalah ujian untuk membuktikan bahwa tren positif ini bukan kebetulan, terutama karena PSM akan tampil di kandang sendiri.Fakta kunci
| Aspek | PSM Makassar | Persita Tangerang |
|---|---|---|
| Poin dari dua laga | 1 poin (kalah 1-3 dari Persib, imbang 3-3 dengan Arema) | 4 poin (menang 3-2 atas Java United) |
| Gol menit akhir | Luca Cumic (90+6) vs Arema, hanya menyelamatkan satu poin | Rayco Rodriguez (89') dan Aleksa Andrejic (90+6) vs Java United, memastikan kemenangan |
| Posisi klasemen sementara | Tidak disebutkan | Peringkat keenam |
| Catatan kiper | Hilmansyah kebobolan enam gol dalam dua laga beruntun | Tidak disebutkan |
Apa artinya
Perbedaan dampak gol menit akhir pada dua laga awal menjelaskan mengapa Persita memasuki pekan ketiga dengan empat poin dan peringkat keenam, sementara PSM baru mengoleksi satu poin dan belum menang. Bagi PSM, masalah utamanya adalah kebobolan enam gol dalam dua laga, yang membuat gol penyelamat Luca Cumic hanya bernilai satu poin. Jika Hilmansyah dan lini belakang tidak segera solid, PSM berisiko kembali kehilangan poin meski mencetak gol di akhir. Bagi Persita, kemampuan mencetak gol di menit krusial telah terbukti menghasilkan kemenangan, bukan sekadar penyelamatan, sehingga modal empat poin itu nyata. Laga di Parepare akan menguji apakah PSM mampu mengubah pola gol menit akhir menjadi kemenangan, atau justru Persita yang kembali memanfaatkan ketajaman akhir laga untuk menjaga posisi di papan atas.