Kenapa Madura United Bisa Berbalik Menang 2-1 atas PSIM dalam Dua Menit
Madura United tertinggal lebih dulu lewat gol Nermin Haljieta pada menit ke-15, lalu membalikkan keadaan lewat dua gol dalam rentang dua menit (Mendonca menit 71, Gali Freitas menit 73). Hasil ini membawa Madura United memuncaki klasemen dengan sembilan poin dari tiga laga, sementara PSIM tertahan di peringkat ke-13 dengan satu poin.
Apa yang terjadi
Madura United menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (18/9/2026) malam WIB, dan menang 2-1. PSIM unggul lebih dulu pada menit ke-15 melalui Nermin Haljieta yang menuntaskan umpan terobosan Ezequiel Vidal. PSIM sempat mencetak gol pada menit ke-40, tetapi dianulir karena Franco Ramos Mingo berada dalam posisi offside. Madura United baru menyamakan kedudukan pada menit ke-71 lewat Mendonca yang memanfaatkan umpan Danilo Santacruz. Dua menit berselang, Gali Freitas membawa tuan rumah berbalik unggul 2-1 setelah menerima sodoran Dimitar Mitkov. Cahya Supriadi masih melakukan penyelamatan pada menit ke-78 dengan menggagalkan tembakan Jaja dari dalam kotak penalti, tetapi skor tidak berubah. Kemenangan ini membuat Madura United memimpin klasemen dengan sembilan poin dari tiga pertandingan, sedangkan PSIM berada di peringkat ke-13 dengan satu poin dari tiga laga.
Sudut pandang
Pelatih:
Dari sisi taktik, Madura United memakai formasi 4-2-3-1 dengan Mendonca ditempatkan di lini belakang, bukan sebagai penyerang. Justru dari posisi itulah Mendonca mencetak gol penyama pada menit ke-71, memanfaatkan umpan Danilo Santacruz. Dua menit kemudian, Gali Freitas yang juga tercatat sebagai gelandang dalam susunan 4-2-3-1 menyelesaikan sodoran Dimitar Mitkov. Artinya, dua gol kemenangan lahir dari pemain yang bukan penyerang murni, sementara PSIM dengan formasi 4-4-2 harus menerima gol kedua hanya berselang dua menit setelah gol pertama. Keputusan PSIM memasang duet Nermin Haljieta dan Adrian Dalmau di depan sempat berbuah gol cepat, tetapi tidak mampu menambah keunggulan setelah gol menit ke-40 dianulir karena offside Franco Ramos Mingo.Pemain:
Bagi pemain Madura United, jalur gol menunjukkan distribusi peran yang jelas: Danilo Santacruz memberi umpan untuk Mendonca, Dimitar Mitkov menyodorkan bola untuk Gali Freitas. Dua gol itu lahir dari kombinasi pemain yang berbeda, bukan dari satu inisiatif tunggal. Di sisi PSIM, Nermin Haljieta mencetak gol dari umpan terobosan Ezequiel Vidal, tetapi setelah gol menit ke-40 dianulir karena Franco Ramos Mingo offside, PSIM tidak lagi mencetak gol. Cahya Supriadi tetap melakukan penyelamatan pada menit ke-78 dengan menggagalkan tembakan Jaja dari dalam kotak penalti, namun itu tidak cukup untuk mencegah kekalahan karena Madura United sudah unggul 2-1.Suporter:
Dari kacamata suporter, pertandingan ini menyajikan dua momen berbeda: PSIM memimpin lebih dulu lewat gol menit ke-15, lalu melihat gol menit ke-40 dianulir karena offside Franco Ramos Mingo. Madura United baru bangkit pada menit ke-71 dan 73, dengan selisih hanya dua menit antara gol penyama dan gol penentu. Bagi pendukung tuan rumah, kemenangan ini melengkapi tiga laga awal dengan sembilan poin dan puncak klasemen; bagi pendukung PSIM, satu poin dari tiga pertandingan menempatkan tim di peringkat ke-13. Selisih tipis antara gol yang dianulir dan dua gol cepat Madura United menjadi pembeda hasil akhir di Pamekasan.Fakta kunci
| Menit | Peristiwa | Pemain | Skor |
|---|---|---|---|
| 15 | Gol PSIM | Nermin Haljieta (umpan Ezequiel Vidal) | 0-1 |
| 40 | Gol PSIM dianulir (offside) | Franco Ramos Mingo | 0-1 |
| 71 | Gol Madura United | Mendonca (umpan Danilo Santacruz) | 1-1 |
| 73 | Gol Madura United | Gali Freitas (sodoran Dimitar Mitkov) | 2-1 |
| 78 | Penyelamatan PSIM | Cahya Supriadi (tembakan Jaja) | 2-1 |
Apa artinya
Kemenangan ini membuat Madura United memimpin klasemen Super League dengan sembilan poin dari tiga pertandingan, sementara PSIM tertahan di peringkat ke-13 dengan satu poin dari tiga laga. Bagi Madura United, dua gol dalam rentang dua menit menunjukkan bahwa mereka mampu mengubah laga meski tertinggal sejak menit ke-15 dan sempat menghadapi gol PSIM yang dianulir pada menit ke-40. Bagi PSIM, gol cepat Nermin Haljieta dan penyelamatan Cahya Supriadi pada menit ke-78 tidak cukup menutupi hilangnya poin, sehingga posisi mereka di papan bawah klasemen tetap tertekan setelah tiga pertandingan.