Kenapa Laga PSM vs Arema di Parepare Jadi Ujian Berat untuk Tuan Rumah
PSM Makassar menjamu Arema FC di Stadion Gelora BJ Habibie tanpa penonton, buntut hukuman dari insiden musim lalu. Arema datang dengan modal kemenangan 4-0, sementara PSM baru kalah 1-3 dari Persib. Kombinasi ini membuat tekanan lebih berat ke kubu tuan rumah.
Apa yang terjadi
Laga pekan kedua BRI Super League 2026/2027 mempertemukan PSM Makassar dan Arema FC di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, pada Minggu (13/9). Pertandingan ini digelar tanpa penonton sebagai hukuman untuk PSM buntut insiden penonton memasuki lapangan pada musim 2025/2026. PSM datang dengan catatan kurang baik: mereka kalah 1-3 dari Persib Bandung pada partai pertama. Di sisi lain, Arema FC yang dilatih Marcos Santos mengawali musim dengan kemenangan 4-0 atas Isen Mulang FC, dan secara eksplisit menargetkan tiga poin pada laga melawan PSM. PSM sendiri dilatih Darije Kalezic dan diperkuat sejumlah legiun asing seperti Victor Luiz, Aloisio Neto, Dusan Legator, dan Luca Cumic, plus pilar lokal antara lain Rizky Eka, Ananda Rayhan, dan Rasyid Bakri.
Sudut pandang
Pelatih:
Darije Kalezic menghadapi situasi di mana PSM sudah kalah 1-3 di partai pertama dan kini harus tampil tanpa dukungan suporter akibat hukuman. Hilangnya faktor tuan rumah memaksa PSM mencari solusi taktis dari dalam skuad, termasuk memaksimalkan legiun asing dan pilar lokal yang tersedia. Sementara Marcos Santos datang dengan modal kemenangan 4-0 dan target tiga poin yang jelas, sehingga Arema bisa bermain lebih lepas tanpa tekanan hasil buruk.Pemain:
Bagi pemain PSM, laga tanpa penonton menghapus dorongan langsung dari tribun, sehingga mereka harus mengandalkan organisasi permainan sendiri. Beban moral juga lebih besar karena hukuman ini buntut insiden penonton musim lalu, bukan kesalahan teknis pemain. Di kubu Arema, pemain punya kepercayaan diri dari kemenangan 4-0 di laga awal, tetapi tetap menghadapi lawan yang diperkuat pemain asing dan lokal berpengalaman, sehingga kemenangan tidak otomatis.Suporter:
Suporter PSM tidak bisa hadir di Stadion Gelora BJ Habibie karena hukuman tanpa penonton, sehingga mereka kehilangan kesempatan mendukung langsung saat tim berusaha bangkit dari kekalahan 1-3. Hukuman ini juga menjadi pengingat bahwa insiden memasuki lapangan pada musim 2025/2026 berdampak langsung pada atmosfer pertandingan musim ini. Di sisi lain, suporter Arema tidak bisa menyaksikan timnya secara langsung, tetapi bisa berharap tren dua musim terakhir di mana Arema dua kali mengalahkan PSM di depan pendukung PSM berlanjut.Fakta kunci
| Aspek | PSM Makassar | Arema FC |
|---|---|---|
| Pelatih | Darije Kalezic | Marcos Santos |
| Hasil laga pertama | Kalah 1-3 dari Persib Bandung | Menang 4-0 atas Isen Mulang FC |
| Status tuan rumah | Tuan rumah, tanpa penonton | Tamu |
| Target | Tidak disebutkan | Tiga poin |
| Rekor terkait | Dua kali kalah dari Arema di kandang sendiri dalam dua musim terakhir | Dua kali mengalahkan PSM di kandang PSM dalam dua musim terakhir |
Apa artinya
Hukuman tanpa penonton menghilangkan keunggulan atmosfer kandang yang biasanya menjadi faktor penting bagi PSM, tepat saat mereka sedang mencari pemulihan setelah kalah 1-3 di partai pertama. Sebaliknya, Arema datang dengan momentum kemenangan 4-0 dan target tiga poin yang tegas, sehingga secara psikologis dan taktis mereka berada di posisi lebih menguntungkan. Jika PSM kalah lagi, tekanan pada Darije Kalezic dan skuad akan meningkat karena mereka memulai musim dengan dua kekalahan beruntun, sementara Arema berpeluang mengonfirmasi tren dua musim terakhir di mana mereka selalu menang di kandang PSM.