News Elaju Baca lainnya
Sepak Bola

Gagal Lagi di Fase Grup: Apa yang Salah dengan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026?

Oleh Redaksi Elaju disusun dengan bantuan AI, direview editor

Timnas Indonesia kembali tersingkir di fase grup Piala AFF 2026, untuk kedua kalinya secara beruntun. Pelatih John Herdman mendapat kritik dari suporter, sementara Ketua Umum PSSI Erick Thohir berjanji melakukan evaluasi. Kegagalan ini menjadi sorotan menjelang FIFA ASEAN Cup yang ditargetkan juara.

Apa yang terjadi

Piala AFF 2026 menjadi ajang yang mengecewakan bagi Timnas Indonesia. Skuad Garuda gagal melaju ke semifinal setelah hanya mampu bermain imbang melawan Singapura di laga penentu. Hasil ini membuat Indonesia tersingkir di fase grup untuk kedua kalinya secara beruntun, sebuah catatan buruk yang memicu kemarahan suporter. Saat pertandingan berlangsung di Stadion Jalan Besar, para pendukung meluapkan kekecewaan kepada pasukan John Herdman. Pelatih asal Inggris itu sebelumnya menargetkan timnya juara pada FIFA ASEAN Cup yang akan digelar pada September-Oktober 2026, namun kenyataan di Piala AFF jauh dari harapan. Sementara itu, Singapura yang dilatih Gavin Lee justru berhasil lolos ke semifinal, bersama Thailand dan Malaysia yang menguasai Grup B.

Sudut pandang

Pelatih:

John Herdman tentu merasa tertekan dengan hasil ini. Target juara yang ia canangkan untuk FIFA ASEAN Cup mendadak terasa jauh. Ia harus mencari cara untuk memperbaiki performa tim, terutama setelah dua kali gagal di fase grup. Evaluasi menjadi kata kunci, dan ia perlu membuktikan bahwa dirinya masih mampu membawa Indonesia bersaing di level Asia Tenggara.

Pemain:

Para pemain seperti Ragnar Oratmangoen yang mendapat pujian dari pengamat Luciano Leandro tetap tidak bisa menutupi kekecewaan. Thom Haye bahkan menyoroti kepemimpinan wasit, menunjukkan adanya frustrasi di lapangan. Mereka sadar bahwa hasil ini bukan hanya soal individu, melainkan kerja sama tim yang belum padu. Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga, tetapi juga pukulan mental yang harus segera dipulihkan.

Suporter:

Suporter sudah tidak sabar melihat tim kesayangannya terus gagal. Kemarahan mereka di Stadion Jalan Besar adalah bentuk kekecewaan yang mendalam. Mereka menuntut perubahan nyata, bukan sekadar janji. Dukungan tetap ada, tetapi kesabaran mulai menipis. Mereka ingin melihat Timnas Indonesia tidak hanya tampil di turnamen, tetapi juga bersaing hingga akhir.

Fakta kunci

Tim Hasil
Indonesia Tersingkir di fase grup
Singapura Lolos ke semifinal
Thailand Juara Grup B
Malaysia Runner-up Grup B

Apa artinya

Kegagalan beruntun ini menunjukkan adanya masalah struktural dalam pembinaan tim, bukan hanya soal taktik di lapangan. Evaluasi yang dijanjikan Erick Thohir harus menyentuh akar masalah, mulai dari seleksi pemain, persiapan, hingga mentalitas. Jika tidak, target juara di FIFA ASEAN Cup hanya akan menjadi mimpi. Suporter butuh bukti nyata, bukan sekadar retorika.

Rekomendasi